SEAN ANTISIPASI DEBUT F3 DI MONZA



Monza, 21 Maret - Hitung angka mundur sudah akan berlalu dan Sean Gelael pasti amat takjub, karena Jumat mendatang merupakan hari pertamanya beraksi dalam kompetisi FIA F3 European 2013 di sirkuit bersejarah, Monza. 

Sebagai pebalap termuda, masih berusia 16 tahun, Sean juga merupakan pebalap paling minim pengalamannya di antara 30 pebalap yang akan mengikuti kejuaraan itu, yang berdatangan dari berbagai seantero benua. 

Setelah satu tahun mencicipi perlombaan Formula Pilota China, ia melangkah panjang ke jenjang F3 – merupakan jenjang ketiga di bawah balapan tertinggi di dunia – setelah Formula 1 dan GP2. 

Dengan alasan itu, acara balapan ini menjadi amat berat bagi Sean, yang harus bolak-balik ke negaranya, karena ia harus meneruskan studinya. Ia butuh banyak waktu untuk latihan, tapi satu dari dua hari latihan di Monza dibatalkan karena tebalnya salju. Tapi ia harus berada di dalam kendaraan Dallara yang dipasok mesin Mercedes itu dan bersama dua teman lainnya dari tim Double R Racing harus siap untuk beraksi pada perlombaan Sabtu dan Minggu. 

Pada latihan Selasa (19/3),  para pebalap melaju dengan kecepatan rata-rata 260 km per jam, meluncur kencang di atas aspal yang memecikkan salju di bagian kanan dan kiri kendaraan. 

Setidaknya, Sean berhasil menemukan irama permainannya. Lomba putaran pertama musim ini, dimulai Jumat dengan latihan bebas pagi selama 80 menit, disusul 40 menit berikutnya sebagai babak kualifikasi pada petang hari. Ini penting, karena sebagai penentu posisi grid pada tiga lomba (race) Sabtu dan Minggu. 

Sirkuit Monza akan menjadi saksi sejarah berawalnya kejuaraan bergengsi itu.

Autodromo di Monza yang terkenal, tidak jauh dari Milan, merupakan trek tercepat dalam kalender perlombaan FIA Formula 3 European Championship. Trek itu mulai digunakan pada 1922 dan menjadi tuan rumah Italian Grand Prix hampir setiap tahun.  Sirkuit ini letaknya amat strategis, dikelilingi pepohonan dan membangkitkan kenangan tentang kemegahan olahraga bermotor sejak zaman dahulu, melalui patung-patung dan bangunannya. 

Ini merupakan lintasan yang pernah dijajal Sean –di atas Formula Abarth pada tahun lalu – tapi perlombaan minggu depan berbeda dan akan menakjubkan ketika lampu hijau menyala. 

“Saya tahu perlombaan nanti pasti sangat ketat, apalagi hampir semua pebalap lawan saya sudah mencicipi lomba ini ketika saya masih berusia 10 tahun,” kata Sean. 

“Target saya adalah belajar dan maju terus dan saya akan melakukan yang terbaik bersama tim saya. Bila saya berhasil menghindari semua insiden seperti yang selalu terjadi di Monza, saya yakin saya akan memiliki peluang mendapatkan poin. Dan bila itu terjadi, bagi saya it sama dengan suatu kemenangan. Tapi hal yang paling penting adalah tampil bertambah baik dari waktu ke waktu,” kata Sean. 

(News Release from : Marcus Simmons - Piers Hunnisett – Jeffrey JP, alih bahasa ARL)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1804 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
27/09/2026
» 6 Hours of Fuji di Jepang 2026
- Japan