
Pebalap kondang Indonesia, Sean Gelael, sudah berulang kali tampil di Sirkuit Monza yang dijuluki “Temple of Speed” dan pada 6-8 November 2026 ia kembali jajal kecepatan bersama pebalap lain di sirkuit sepanjang 5.793 km itu.
Sean bersama mitranya Tim WRT 31 tampil pada putaran kedelapan yang terakhir kejuaraan FIA WEC 2023 yang diikuti 36 mobil dan 108 pebalap yang turun pada kategori Hypercar, LMP2 dan LMGTE AM.
Nah ada cerita menarik tentang sirkuit yang Bernama Autodromo Nazionale Monza itu, karena merupakan salah satu sirkuit bersejarah yang terletak di Monza, di utara Milan, Italia.
Sirkuit sepanjang 5.793 kilometer (3.600 mil) ini adalah sirkuit yang dibangun khusus untuk balapan ketiga di dunia setelah Brooklands dan Indianapolis Motor Speedway dan dibuka pada 1922.
Sirkuit ini dipakai untu GP2, 1000km Monza, Superbika, Formula 2, WTCC, dan yang paling besar yaitu balapan Grand Prix Italia Forula Satu, yang digelar di sini sejak 1949, kecuali tahun 1980 ketika GP tersebut diselenggarakan di Imola.
Dalam catatan sejarah, disebutkan sirkuit ini dibangun di taman Royal Villa of Monza di dalam hutan, sirkuit ini punya tiga layout – Sirkuit Grand Prix (5.793 kilometer (3.600 mi)), Trek Junior (2.405 kilometer (1.494 mi)), dan sebuah oval sepanjang 4.250 kilometer (2.640 mi) dengan banking (miring) yang curam yang tidak digunakan selama beberapa dekade dan dibiarkan rusak sampai akhirnya sirkuit oval ini diperbaiki pada 2010an.
Belokan utama di Sirkuit Grand Prix termasuk Curva Grande, Curva di Lesmo, Variante Ascari dan Curva Parabolica (kini Curva Alboreto). Belokan berkecepatan tinggi, Curva Grande, terletak setelah Variante del Rettifilo yang terletak di ujung lurusan depan atau Rettifilo Tribune, yang biasanya diambil mobil-mobil Formula Satu dengan kecepatan tinggi.
Trek pertama dibangun dari 15 Mei sampai 15 Agustus 1922 oleh 3,500 pekerja, dibiayai oleh Milan Automobile Club – yang membuat Società Incremento Automobilismo e Sport (SIAS) (Inggris: Motoring and Sport Encouragement Company) untuk mengelola trek.
Trek pun selesai dalam waktu 110 hari dan dijajal pertama kali pada 28 Juli oleh Petro Bordino dan Felice Nazzaro dengan mobil Fiat 570. Trek ini secara resmi dibuka pada 3 September 1922, dengan balapan pertamanya yaitu Grand Prix Italia yang digelar di 10 September 1922.
Sean Gelael dan dua sahabatnya di tim WRT siap tampil di Monza. (jagonya ayam)
Pada 1928, insiden balapan italia paling serius berakhir dengan tewasnya Emilio Materassi dan 27 penonton di Grand Prix Italia saat itu. Karena inilah GP Italia tidak digelar lagi sampai 1931; sedangkan Grand Prix Monza 1930 digelar di sirkuit GP saja, dan di 1930 Vincenzo Florio memperkenalkan sirkuit Florio. GP Italia 1933 digelar di layout kombinasi dengan kematian tiga pembalap (Giuseppe Campari, Baconin Borzacchini dan Stanislaw Czaykowski) Di balapan GP Monza pendukung yang digelar pada hari yang sama -yang diketahui sebagai “Hari Hitam Monza” – digelar di sirkuit oval yang lebih pendek.
Ada pembangunan ulang besar-besaran di 1938–39: membangun tribun dan pintu masuk baru, pengaspalan ulang, menghapus sirkuit GP yang dulu dan membuat dua belokan baru di selatan sirkuit.
Layout tersebut memiliki panjang 6.300 kilometer (3.900 mi), dan digunakan sampai 1954. Mulainya Perang Dunia II berarti balapan di trek ini ditunda sampai 1948. Beberapa bagian dari sirkuit rusak karena kurangnya pemeliharaan dan digunakan oleh militer. Monza direnovasi dalam waktu dua bulan awal 1948 dan sebuah Grand Prix digelar pada 17 Oktober 1948.
Temple of Speed menjadi julukan kondang sirkuit itu dan nama itu pantas disandang sirkuit bersejarah itu.
Hal itu dibuktikan dengan beberapa rekor yang terjadi di trek dengan rata-rata kecepatan tertinggi dari seluruh trek yang didaulat menjadi host F1.
Monza juga menjadi trek tradisional bukan sirkuit modern yang dibangun rentang akhir ’90-an dan didesain oleh Hermann Tilke. Monza tradisional yang sudah menghelat F1 sebanyak 65 kali dan menyuguhkan kecepatan tinggi.
Rekor untuk kecepatan rata-rata dibukukan oleh Michael Schumacher yaitu 247,585 km/jam pada musim 2003. Sementara untuk top speed dengan torehan 372,6 km/jam dicetak oleh Juan Pablo Montoya pada musim 2005.
Jadi tidak salah bila Monza dinobatkan sebagai Kuil Kecepatan di ajang F1 dan lomba lainnya.
Sudah biasa
Bagi Sean Gelael, sirkuit Monza bukan lintasan baru, karena ia sudah beberapa kali tampil di sirkuit yang pada 2022 memperingati eksistensinya yang ke-100 tahun.
Empat tahun lalu, Sean Gelael turun di sirkuit itu pada laga ketahanan 6 Hours of Monza, (10/7/2022), bersama Robin Frijns (Belanda) dan Rene Rast (Jerman) dengan mambawa bendera tim WRT #31. Mereka melaju dari posisi start kedelapan dan adanya masalah kendaraan menyebabkan finish di urutan ke-12.
Ketika Sean masih berlaga di kejuaraan Formula 2 (F2) pada 2017, ketika itu bergabung dengan tim Arden, tampil di Sirkuit Monza. Ia finish kelima dan mendapat 10 poin.
Dua tahun kemudian, Sean pun mendapat poin pada Race 1 F2 di Sikuit Monza pada laga 30 putaran ketika ia melaju dari posisi start ke-10.
Pada 2019 pun Sean Gelael finis kesembilan pada laga race Feature F2 Monza dan mendapatkan poin.
Sean Gelael pernah naik podium di laga 6 jam Endurance Le Mans Eropa di Sirkuit Monza, Minggu, (jagonya ayam)
Pada putaran kelima FIA World Endurance Championship (FIA WEC) 2023 yang berlangsung di Monza, 9-10 Juli, Sean bersama timWRT 31 mengalami laga tidak finis (dnf) karena mengalami kerusakan mesin. Ketika itu ia berlaga di kelas LMP2 dan melaju dari posisi gerak awal P6.
Ketika itu, tim mereka amat diperhitungkan, setelah tampil heroik di kejuaraan akbar 24H of Le Mans sebulan sebelumnya, di mana trio Sean Gelael, Robin Frinjs, dan Ferdinand Habsburg sempat ada di posisi terakhir dan tertinggal dua lap, untuk kemudian bangkit ada di P3 dan memangkas 1 lap, untuk berada di P2.
Kejuaraan 6 Hours of Monza yang berlangsung di sirkuit legendaris itu terasa menjadi lebih istimewa, karena ini merupakan kandang tim-tim Italia, Ferrari di kelas Hypercar dan GT, Ferrari Vista AF Corse, Ferrari AF Corse.
Pada laga FIA WEC 2025, Sean bersama tim Uniterd Autosport – mengendarai mobil McLaren 720 S GT3 Evo, berada di posisi kesembilan. Ia saat itu bersama rekan setimnya Darren Leung dari Inggris dan Marino Sato asal Jepang. .
Di sirkuit itu, Sean juga turun dalam kejuaraan GTWCE bersama tim Paradine Competition dan finis di posisi keenam.
Sean Gelael Bidik Podium Di WEC Monza. (jagonya ayam)
Sean yang merayakan ulang tahun ke-30 pada 1 November 2026, sudah siap melahap kecepatan lintasan serta tajamnya tikungan Monza Autodrome, 6-8 November ini dan para pendukung tak sabar menantikannya.
Selamat berjuang Sean, taklukkanlah The Temple of Speed itu, setelah sebelumnya tim WRT 32 juara P1 di Fuji Raceway, Jepang, 27 September 2026.
Sekali lagi, Selamat berjuang Sean! (arl)