SEAN SELESAIKAN TIGA RACE F3 DENGAN TENANG

Monza - Pebalap “rookie” Sean Gelael (16) menyelesaikan tiga lomba (race) putaran pertama Kejuaraan FIA Formula 3 di sirkuit bersejarah Monza, Italia, dengan cukup tenang dan mengagumkan setelah berhasil menempati urutan 18 besar.

Pebalap remaja dan paling muda di antara 30 peserta dari  berbagai negara dan benua yang berlomba dalam cuaca dingin itu, menempati urutan ke-14 pada race pertama, kemudian para race kedua di urutan ke-16 dan race ketiga urutan ke-18. 

Hal mengagumkan yang dilakukan Sean, seperti diutarakan Prinsipal Tim Double Racing,  Anthony ‘Boyo’ Hieatt, sebagai pebalap termuda, Sean mampu meningkatkan performanya, padahal ia masih kurang pengalaman dan waktu tercepatnya malah lebih baik ketimbang pada sesi kualifikasi, padahal saat lomba sedang hujan. 

 “Begitu banyak kecelakaan di depannya pada race pertama, tetapi ia tetap berhasil fokus dan mempertahankan konsentrasinya. Ia melakukan hal tidak biasa, yaitu membuat waktu lebih cepat dari waktu sesi penyisihan. Ia kelihatan amat ingin belajar. Semua masih baru bagi dia. Ia juga belum pernah melaju kencang menggunakan ban basah. Ia berlomba di Asia menggunakan ban yang tidak pernah dalam cuaca dingin,” katanya. 

Sean tampil memukau ketika mencoba menyusul lawannya, padahal ia melaju dari posisi start ke-25, kemudian ia mengalami masalah pada sesi kualifikasi sehingga dikibari bendera hitam, - meminta ia masuk pits,- karena  melaju terus ketika salah dalam mengambil satu “chicane”. Tetapi ofisial memutuskan itu bukan kesalahan fatal dan ia hanya dapat peringatan. 

Sean berusaha melakukan hal terbaik di atas kendaraan Double R Racing Dallara-Mercedes yang ditumpanginya, namun amat susah untuk mendapatkan posisi grid yang baik di sirkuit Monza yang mengandalkan kecepatan itu.

Dengan jalan lurus panjang dan “chicane” sulit,  banyak saling salib antarpebalap pada race pertama. Bagi Sean,  yang baru tujuh kali melaju di atas kendaraan itu pada hari-hari sibuk balapan itu, masih mampu bertarung dengan penyandang gelar juara British Formula 3 National Class Spike Goddard dari  Australia dan juara Formula 3 Italia Nicholas Latifi dari Kanada, sehingga akhirnya berada di urutan ke-14. 

Hujan deras yang turun Minggu, sedangkan temperatur menurun, masih mampu diatas Sean yang kurang pengalaman itu, sampai akhirnya ia berada di urutan ke-16 dan ke-18. 

“Ini merupakan pengalaman besar bagi saya,” kata Sean, “Saya kecewa pada babak kualifikasi, khususnya ketika saya mendapatkan tanda salah pengibaran bendera itu. Tapi pada race pertama saya berhasil naik dari urutan ke-27 ke urutan ke-14. Saya gembira dengan pencapaian saya itu,” katanya. 

“Saya belum pernah mengemudi kendaraan dalam kondisi buruk seperti Minggu itu. Rasanya buruk sekali mengalami hal seperti itu pada debut saya di Formula 3, tetapi saya berhasil menaikkan kecepatan saya dari waktu ke waktu. Masalahnya, saya tidak bias melihat ke depan ketika ingin menyalib lawan saya. Akhirnya, balap itu hanya untuk bertahan saja. Saya sempat melaju di atas krikil karena saya tidak bisa melihat arah jalan saya,” kata Sean, juara dua Asia Formula Pilota itu. 

Perlombaan putaran kedua FIA F3 Eropa akan diadakan di Sirkuit Silverstone,  Inggris,  yang juga sebagai tuan rumah Kejuaraan F1  Inggris Grand Prix, pada  12-14 April.(arl)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 1881 kali
Berita Lainnya

Foto
Fia WEC
27/09/2026
» 6 Hours of Fuji di Jepang 2026
- Japan