Menanti Ulangan Sukses Sean di COTA Amerika

 

SEANGP.com (Jakarta) - Setelah melakoni rehat panjang, Sean Gelael bersama rekannya Augusto Farfus dan Darren Leung yang bergabung dalam tim WRT 32, kembali berlaga di lanjutan kejuaraan FIA WEC 2026 pada 4-6 September di COTA,  Amerika.

Laga yang berlangsung di Teksas itu, merupakan putaran keenam kejuaraan FIA WEC musim ini, setelah sebelumnya mereka berlomba di Imola (17-19 April), Spa-Francorchamps (7-9 Mei), Le Mans 24 Jam (10-14 Juni), Sao Paulo (10-12 Juli).

Setelah usai di Lone Star Le Mans, putaran keenam diadakan di Fuji (25-27), Bahrain (5-7 November. Sedangkan putaran pertama Qatar 1812 km (26-28 Maret 2026, ditunda karena perang AS/Israel VS Iran.

Laga di COTA menjadi momen khusus bagi Sean, karena di tempat itu ia naik podium pada laga 2025. Sehingga bagi para pendukungnya, COTA juga menjadi tempat khusus yang menjadi perhatian mereka.

Coba kita ulang baca berita di bawah ini:

Jakarta – Penantian panjang Sean Gelael untuk mendapatkan apa yang seharusnya dia dan tim United Autosports 95 pantas meraihnya, akhirnya terwujud! Lone Star Le Mans menjadi balapan enam jam yang mendebarkan bagi Sean, Marino Sato, dan Darren Leung karena nyaris sepanjang lomba hujan terus mengguyur dan bahkan race sempat dihentikan.  


Sean Gelael DKK juara di putaran keenam kejuaraan ketahanan FIA WEC 2025 di Sirkuit COTA Amerika, Minggu malam hingga Senin pagi WIB. (jagonya ayam)

Balapan di Circuit of The Americas (COTA) yang merupakan putaran enam FIA WEC (World Endurance Championship) dan digelar pada Minggu (7/9) atau Senin dini hari WIB itu mesti dipandu oleh Safety Car (SC). Hujan yang tak berhenti membuat SC berada di trek selama hampir satu jam sebelum akhirnya Race Director WEC, Eduardo Freitas memutuskan untuk menghentikan sementara (red flag).

Menariknya, Darren yang menjadi pebalap pertama United Autosports dan start dari P3 malah ada di P1 saat red flag. Itu disebabkan dua pebalap di atasnya memilih untuk masuk pit selama SC ada di trek. Memanfaatkan bahan bakar yang bisa dihemat, Darren pun sekaligus menghabiskan jatah menyetirnya setelah balapan dilanjutkan. 

Taktik itu menolong Sean dan Marino. Sean berhasil mempertahankan posisi lomba di tiga besar di sepanjang dia menyetir, kecuali pada momen di mana ada pebalap yang memiliki strategi berbeda ada di depannya.

Yang paling menegangkan tentu saja ketika Marino menyetir. Dia mendapatkan posisi nyaman dari Sean, tergantung situasi lomba bisa di P2 atau P3. SC yang keluar berkalil-kali karena beragam insiden di lintasan yang senantiasa basah membuat posisi Sato juga tak nyaman. Kadang menjauh, tapi juga bisa mendekat lagi dengan pebalap di depan dan di belakangnya.

Akhirnya, sebuah perjudian diambil oleh Sato ketika dia meminta untuk menggunakan ban kering walau trek masih basah namun cenderung mengering. “Saya meminta ke tim dan berdiskusi lama di radio. Bahkan rasanya lebih terasa lama ngomong di radio ketimbang mengemudi. Pakai ban kering akan pelan di awal, namun nantinya akan cepat menjelang finis,” ujar Sato.

Dan benar saja. Sato sempat turun hingga ke P6 di awal pemakaian ban kering. Namun setelah itu dia bahkan menyusul beberapa pebalap sekaligus untuk langsung ada di P2! Dan posisi itu sebenarnya adalah hasil finis di atas trek.

Tak lama kemudian tim AF Corse 54 yang dikendarai David Rigon dengan Ferrari-nya terkena penalti 5 detik akibat pelanggaran di Tikungan 11 pada 7 menit sebelum finis. Insiden itu melibatkan mobil Ford milik tim Proton Competition 77, yang juga terkena hukuman. 

Dan karena selisih antara Rigon dan Sato awalnya hanya 2,3 detik, dengan tambahan penalti itu membuat Sato berbalik unggul dan dianggap jadi pemenang. Rigon dan AF Corse 54 bahkan dianggap finis di P3, kalah dari Team WRT 46.

Bagi Sean, kemenangan bersama tim United Autosports 95 adalah yang kelima di WEC atau kedua di kelas LMGT3. Tahun 2022 dia menang tiga kali di Spa-Francorchamps (Belgia), Fuji (Jepang), dan Bahrain di kelas LMP2. Lalu pada 2024 di kelas LMGT3 Brand Ambassador Pertamax Turbo ini menang di Imola.

“Semua punya peran besar untuk kemenangan ini. Darren di awal sangat bagus, dia memastikan mobil aman di P1. Marino melakukan apa pun yang dia bisa di tengah kondisi sulit dan membawa mobil hingga finis. Ini adalah bukti dari hasil kerja kami selama ini, seberapa berat pun pekerjaan itu,” ujar Sean. 

  Persaingan ketat di LMGT3 yang dimenangi trio pebalap Sean, Leung dan Sato yang menggeber mobil United Autosport McLaren #95. (jagonya ayam)

“Saya sepertinya tak banyak bertarung, hanya menjaga mobil tetap di posisi bagus saat SC. Tapi strategi tiap tim berbeda dan harus diakui kami memiliki yang tepat. Terima kasih untuk tim, juga Sean dan Marino. Ini kemenangan kita semua,” ujar Darren.

Ayahanda Sean Gelael, Ricardo Gelael, yang dihubungi seusai lomba selama enam jam itu dengan spontan berujar, “Alhamdulillah. Terima kasih atas suport semua pendukungnya yang terus memberikan semangat dan doa.”(arl)   

Tiket terjual sejak 2025

Ini hebatnya, perlombaan untuk 2025 baru usai dilaksanakan, tetapi para penggemar laga di Lone Star Le Mans sudah boleh memesan tiket untuk laga 2026 di kota Teksas itu.

Tidak seperti biasanya di Teksas, perlombaan Agustus lalu di Circuit of The Americas (COTA) menyuguhkan laga mendebarakan untuk meraih kemenangan di dua kelas.


Sean Gelael dan temannya di COTA Texas, siap berlaga mulai Jumat hingga Minggu, di kejuaraan FIA WEC 2024. (jagonya ayam)

Ini disebabkan pada awal permainan lintasan kering membuat beberapa tim masuk pit untuk mengganti ban mereka dari ban basah ke ban slicks – sementara beberapa tim lain tetap bertahann dengan ban basah.

Kejuaraan dunia FIA World Endurance Championship dengan menurunkan kendaraan Hypercar serta kelas LMGT 3 yang diisi mobil bermerek termasuk Cadillac, Porsche, Aston Martin dan Ferrari, kembali tampil di COTA sebagai putaran keenam diadakan pada hari libur akhir minggu (4-6 September).

Waktu setahun lagi yang dianggap singkat, menyebabkan para penonton siap membeli tiket lebih awal, apalagi ada diskon sampai 20 persen,, disebut dengan istilah ‘Early Bird Special’ untuk pertandingan 2026.

Harga tiket regular tetap bertahan seperti pada laga 2025, nonton tiga hari dengan bayaran $65 (biasanya $79) serta tiket terusan tiga hari untuk Paddock dengan harga $80 (harga reguler $100). Pemegang tiket yang dinamai Grounds Pass, boleh menonton dari mana saja mereka inginkan dan bpleh juga menyaksikan berbagai pertunjukan selama tiga hari.

Pemegang Lone Star Le Mans Paddock Pass, selain bebas menonton, boleh juga meningkatkan nilai pas mereka sehingga bisa menonton lebih dekat dan boleh melihat-lihat ke pedok.

Para penggemar boleh lebih dekapat ke kendaraan balap serta para pebalapnya. Mereka akan menyaksikan atmonfer luar biasa ketika anggota tim mempersiapkan segala sesuatunya untuk turun balapan di ajang lomba ketahanan dunia FIA World Endurance Championship itu. Tiket bisa dibeli langsung lewat laman Cota.

Mungkin ada penggemar dan pendukung Sean ingin nonton langsung dari jarak dekat? (arl)

share :
Berita Dilihat Sebanyak 29 kali
Berita Lainnya

Foto
GTWCE
28/06/2026
» GT World Challenge Europe 2026
- Spa-Francorchamps